PELATIHAN DESAIN MEUBEL ROTAN DAN KAYU DI PALANGKARAYA

Instruktur Desain: Deny Willy Junaidy (ITB, Bandung)
Instruktur Teknis: Yanto Aspika (Grage Palangkaraya)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Disperindag Provinsi Palangkaraya. Peserta terdiri dari para perajin mebel kayu dan penganyam rotan. pelaksanaan selama 4 hari terbagi, dari 1 hari pelatihan desain, dan 3 hari praktek di workshop (25-28, Mei 2015).

Hari pertama diberikan materi tentang unsur-unsur visual
dan faktor pembentuk keindahan.
Hari kedua, membagi dua grup untuk membuat prototipe rotan dan rotan-kayu.

Selama proses pelatihan prototyping disampaikan pertimbangan-pertimbangan dalam membuat keputusan desain dikaitkan dengan teori pada hari pertama.

Berikut proses dan produk hasil pelatihan:

(1) Teori dasar ttg keindahan dalam meubelair   
 

(2) Produk 1 (rotan) saya ambil contoh dari karya mebel rotan
mahasiswa ITB 2008 (Kiki Sakinah).
     
  
  

(3) Produk kayu dan rotan dgn penekanan irama garis     
  
  
  
  
   

Advertisements

DESAIN MEBEL ROTAN MAHASISWA

Karya mahasiswaku (co-creation method) di  FSRD ITB  memperoleh penghargaan Indonesian Good Design Selection IGDS2008.

PELATIHAN PROTOTIPE MEBEL ROTAN

Andar Bagus & Deny Willy

Pelaksanaan pelatihan pembuatan prototipe pelatihan dilaksanakan selama 7 hari dengan beberapa persiapan beberapa hari sebelum pelaksanaan. Kegiatan dilaksanakan dengan sistem pembagian group berjumlah 9 group yang masing-masing diketuai oleh peserta pelatihan desain angkatan pertama dan kedua. Pada pelatihan pembuatan prototipe, peserta banyak terlibat dalam diskusi pengambilan keputusan-keputusan desain (kasus: symbolic domain, conventionality dan the happy accident) secara langsung di lapangan dengan metode co-creation. (Pelatihan Pengembangan Desain telah dilakukan satu bulan sebelumnya selama 9 hari)

Berbagai hambatan banyak ditemui selama proses pembuatan prototipe namun pada akhirnya dapat diselesaikan sesuai target terdiri dari 9 items produk, yang beberapa dapat disusun sebagai 1 set. Setelah melalui beberapa masukan dari instruktur. Evaluasi dari pihak pengusaha adalah: hasil atau sampel pelatihan dan kerja tukang sudah pada tingkat middle level, artinya produk dapat bersaing di pasar middle-up.