BERGURU DESAIN MEBEL ROTAN DENGAN YUZURU YAMAKAWA

Oleh: Deny Willy Junaidy

**Untuk mengenang Yuzuru Yamakawa dan seluruh staff di Yamakawa Rattan industry di Cirebon**

Mata Kuliah (MK) Desain Mebel I, II dan III merupakan mata kuliah minor kompetensi di Program Studi Desain Interior FSRD ITB. Dengan bobot 4 sks dari tiap perancangan Desain Mebel I, II, III, menjadikan MK Desain Mebel padat dengan konten teori maupun praktek. MK Desain Mebel III merupakan klimaks dari rangkaian kuliah perancangan desain mebel. Desain Mebel III mengkaji problem desain manusia akan sarana untuk beristirahat dengan cara duduk. Peserta dibekali pengetahuan standar ergonomi, bahan dan teknologi konstruksi dengan studi kasus.

Seorang pengajar senior, Dr. Prabu Wardono secara konsisten memperkenalkan material rotan sebagai studi kasus dalam MK Desain Mebel III. Hingga kini sudah 14 tahun MK Desain Mebel III di program studi desain interior ITB memperkenalkan material rotan dalam perancangan mebel. Saya bersama asisten muda lainnya menjadi asisten MK Desain Mebel III sejak tahun 2000 hingga tahun 2009, sebelum akhirnya kami sama-sama berangkat untuk studi lanjut. Kini, konten rotan dalam perancangan mebel telah terpupuk dengan baik.

IMG_0440-0.JPG

IMG_0409.JPG

Setiap tahunnya, kurang lebih 35 mahasiswa peserta MK Desain Mebel III yang dibimbing. Secara kasar, 14 tahun x +/-35 mahasiswa = +/-490 mahasiswa yang telah dibimbing untuk merancang desain mebel rotan. Bersamaan dengan 14 tahun tersebut, kira-kira selama itu pulalah para dosen pembimbing bersama mahasiswa berguru setiap tahunnya kepada desainer mebel rotan ternama, Yuzuru Yamakawa di Cirebon. Menariknya, setiap kali kunjungan ke Yuzuru Yamakawa, setiap kali itu pulalah Yuzuru Yamakawa antusias mengajarkan teknik mendesain rotan, lengkap dengan tips-tips dan kebiasaan beliau. Bukan hanya itu, beliau membuka seluruh dokumen manuskrip desain dan gambar kerja mebel rotan karya beliau! Seluruh mahasiswa dipersilahkan dengan bebas memfoto dokumen desain tersebut. Disetiap kali kunjungan, masing-masing kepala divisi spt; pembahanan, sample making, R&D, produksi, finishing, marketing menjelaskan tanggungjawab dan peran mereka. Kunjungan tahunan tersebut kemudian diakhiri dengan factory visit. Seluruh pengalaman tersebut tentu menjadi pengetahuan yang solid tentang desain mebel rotan bagi mahasiswa. Di akhir kuliah, mereka diwajibkan menghasilkan, prototipe 1:1 desain mebel rotan (easy chair).

Berikut merupakan sari pengalaman yang saya peroleh selama hampir 10 tahun belajar dari sang maestro Yuzuru Yamakawa:

Kertas Milimeter Block dan Sketsa
Sebelum menjadi shop drawing, sketsa awal desain Yamakawa diverifikasi oleh divisi R&D dan sample making. Di ujung seluruh proses desain, dihasilkan prototip, gambar mal 1:1, dan jig, siap untuk diproduksi. Walaupun sketsa awal Yamakawa belum mendetail, namun hampir seluruh sketsa beliau yang dibundel dan digoreskan diatas kertas milimeter block A3 padat dengan potongan-potongan gambar detail disana sini. Kertas milimeter block memang nampak memudahkannya membandingkan proporsi dari berbagai tampak. Saya perhatikan 2 gambar yang utama adalah tampak samping dan tampak muka dengan skala 1:10, dan 1 perspektif. Sedikit sekali saya temukan sketsa untuk tampak atas. Gambar tampak samping nampak selalu menjadi fokus utama sehingga seringkali berisi banyak bekas-bekas guratan. Demikian, ketika beliau memberikan arahan dan contoh, sketsa tampak samping selalu menjadi penekanan dengan guratan-guratan yang efisien. Kedalaman alas duduk (seat depth) dan sandaran punggung (back rest) selalu digoreskan dengan sudut dan ketinggian yang kira-kira sama. Baru kemudian, sandaran lengan (arm rest), kaki dihubungkan dengan konstruksi kaki belakang yang banyak mendapatkan perhatian dengan goresan-goresan kurva. Saya perhatikan tarikan kurva dari bagian arm rest nampak berupaya beradaptasi atau mencari penyesuaian terhadap bagian belakang seperti rangka kaki belakang atau sandaran belakang. Sehingga saya berkesimpulan, goresan-goresan arm rest adalah goresan utama dari desain beliau, kurva-kurva yang dihasilkan dari arm rest merupakan proses desain yang paling signifikan, sketsa arm rest menjadi dialog terciptanya struktur, dialog terciptanya pengencang kurva X dan U, support structure khas mebel rotan.

Keeleganan garis-garis kurva baik pada kaki, arm rest, back rest, support X dan U terlihat wajar, pantas dan tepat. Wajar karena tidak menonjol; pantas karena karakternya tidak hilang; dan tepat karena tak dapat disubstitusi dengan bahan lain.

IMG_0420.JPG

IMG_0422.JPG

IMG_0414.JPG

IMG_0431.JPG

IMG_0426.JPG

IMG_0417.JPG

IMG_0410.JPG
Foto field study ketika belajar langsung kepada Yuzuru Yamakawa dan seluruh tim di pabriknya di Cirebon, sejak tahun 2001 hingga kini.

Dalam sketsanya, Yamakawa menghimbau bahwa tension, derajat kurva tidak pernah menonjol menjadi aksen, atau unik sendiri, melainkan kesederhanaan simetrikal dan lengkungan yang secukupnya. Nampaknya pandangannya itu, membuatnya bijaksana memandang struktur atau support seperti X atau U untuk selalu hadir. Sehingga baik support X atau U justeru menjadi keutamaan dari desain beliau, terutama support X. Di beberapa desainnya, support digantikan dengan membentuk kurva abjad Y.
Sekampiun Yamakawa pun, hal-hal yang sangat teknis, termasuk support construction juga menerima kontribusi dari tim R&D, sample maker dan bahkan penganyam. Ini yang membuat seluruh karya Yamakawa kaya dengan detail, karena setiap divisi adalah mata rantai berkaitan.

IMG_0427.JPG

IMG_0405.JPG

IMG_0429.JPG

IMG_0430.JPG
Beberapa karya Yuzuru Yamakawa yang dikenal dengan keotentikannya.

Mal orang-orangan
Satu alat bantu yang menarik adalah dimensional human body template produksi staedtler model no: 976. Sesekali ia tunjukan tidak saja untuk mengkonfirmasi ergonomi duduk, namun juga postur mebel terhadap pengguna. Ia bercerita, bahwa mal orang-orangan untuk postur Jepang telah berubah dari tahun ketahun. “Mengacu pada mal staedtler, maka selama satu dekade, maka rata-rata postur orang Jepang telah naik 2 hingga 3 centimeter!”

IMG_0433.JPG

IMG_0435.JPG

IMG_0434.JPG

IMG_0411.JPG

IMG_0413.JPG

Kini banyak desainer muda berbakat yang mengangkat material rotan dalam karya mereka. Desain-desainnya menarik, dan nampak kita masih dalam perjalanan menyesuaikan diri dengan kerabat sendiri: rotan. Dalam kedangkalan ilmu saya, banyak dari karya kita baru pada tahap ‘mendesain mebel dengan rotan.’ Masih panjang perjalanan untuk sampai pada level ‘mendesain mebel rotan’ seperti Yuzuru Yamakawa.

Gap literasi bagi pemula (novice) merupakan situasi yang wajar dalam destinasi menuju kepiawaian. Alam (realm) proses kreatif individu yang sudah piawai dijelaskan oleh Csikszentmihalyi (psikolog dalam kognisi kreatif) dalam bukunya yang tersitasi puluhan ribu kali. Csikszentmihaly memutuskan hidup dan tinggal satu atap bersama individu-individu kreatif ternama selama bertahun-tahun untuk penelitiannya. Mengutip apa yang ia tulis, seorang ‘virtuoso’ sepenuhnya terisap dalam flow ketika tengah berkarya. Flow adalah peristiwa khas ketika individu mencapai state of mood, aha effect, tahapan ‘asyik’. Artinya, ketika terisap dalam flow proses kreatif, yang ada hanya enjoyment, fun, dan rasa penasaran. Peristiwa ini sangat internally-driven, bukan karena termotivasi iming-iming, tapi begitu ‘asyik ngalir’ yang distilahkan dengan ‘autotelic’.

Setelah sekian lama menyaksikan cara Yuzuru Yamakawa menggoreskan ide-idenya. Saya yakin kemampuannya merespon material dan wujud sudah melebur, sehingga setiap tarikan garisnya adalah kebijaksanaan (wisdom) merespon esensi material.

IMG_0451.JPG

IMG_0448.JPG

IMG_0605.JPG

IMG_0606.JPG

IMG_0969.JPG

IMG_0616-0.JPG

IMG_0615-0.JPG

IMG_0968-0.JPG

Beberapa full-scaled prototype mebel rotan mahasiswa mahasiswi peserta MK Desain Mebel III DI di program studi desain interior FSRD ITB, tahun 2008. Foto terakhir adalah eksibisi seluruh prototipe dan diskusi dengan tokoh industri dan peneliti mebel rotan.
————————————–
Catatan:
* penulis tidak memiliki hak atas desain dari foto-foto diatas.
* Seluruh desain dimiliki oleh desainer yang bersangkutan (Yuzuru Yamakawa, mahasiswa desain interior ITB, dll).
* Seluruh gambar tidak dimaksudkan untuk kepentingan komersial.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s