PENGRAJIN UKIR KAYU DI INGGRIS DAN INDONESIA

Oleh: Deny Willy
(Tulisan versi ilmiah akan segera terbit pada the Journal of Design Research (JDR))

Tuntas sudah tiga bulan kegiatan penelitian saya di kota kecil High Wycombe, area pedesaan sebelah barat kota London, tempat kelahiran kursi legendaris ‘English Windsor‘ yang dahulu sangat populer dan diekspor besar-besaran ke berbagai penjuru dunia. Saya berperan sebagai Visiting Research Fellow di Furniture Research Group, Buckinghamshire New University, UK. Universitas berjuluk Bucks Uni ini relatif kecil, namun terkenal dengan jurusan Furniture Design, termasuk Chair Heritage Conservation. Judul penelitiannya sbb: “Characteristics of Conceptual Ideation Process of Master Craftsmen: A case study of rural crafts industry in Indonesia and UK.” Penelitian ini mengkaji karakteristik konseptualisasi kreatif para pengrajin ahli dan pembuat furnitur. Penelitian ini di-supervisi oleh dua profesor masing-masing di bidang Furniture Conservation dan bidang Kehutanan.

Penelitian ini menggunakan metode ‘Think-Aloud Protocol’ pada tahap konseptualisasi awal mendesain sebuah produk (the early stage of idea generation). Kami mengumpulkan verbalisasi/ucapan yang mereka utarakan selama proses berpikir (Think-Aloud Protocol) yang selanjutnya kata-kata tersebut dianalisis dengan menggunakan Network Analysis.

Para pengrajin ahli di UK yang menjadi subyek penelitian saya adalah orang-orang hebat, karya-karya mereka dikonsumsi oleh Ratu Inggris, Perdana Menteri dan selebriti terkenal (Sir Elton John, Mel A, Mel B (Spice girls), Ralph Lauren, dll). Sedangkan di Indonesia, pengrajin ahli yang menjadi subyek merupakan pengrajin-pengrajin empu di Jepara, Bali. Sayangnya berbeda situasi, kondisi pengrajin ahli di Indonesia hanya sebagai ahli ukir upahan.

KARYA PENGRAJIN INDONESIA:

IMG_0996Karya pengrajin ukir Kkyu Bali (Photo courtesy: Deny Willy)

IMG_1009Karya pengrajin ukir kayu Bali (Photo courtesy: Deny Willy)

IMG_1007Karya pengrajin ukir kayu Bali (Photo courtesy: Deny Willy)

IMG_0987Karya pengrajin ukir Kayu Bali (Photo courtesy: Deny Willy)

DSCN0144Karya pengrajin ukir kayu Jepara (Photo courtesy: Andar Bagus)

DSCN0146Karya pengrajin ukir kayu Jepara (Photo courtesy: Andar Bagus)

DSCN0120Karya pengrajin ukir kayu Jepara (Photo courtesy: Andar Bagus)

KARYA PENGRAJIN INGGRIS:

IMG_7997 Pengambilan data dengan metode Think Aloud-Protocol terhadap subyek pengrajin ahli ukir (master craftsman) (Photo courtesy: Deny Willy)

IMG_7951 Suasana workshop ukir kayu di pedesaan Wooburn Green, Buckinghamshire, UK (Photo courtesy: Deny Willy)

IMG_7957Karya pengrajin ukir kayu pedesaan Wooburn Green, Buckinghamshire, UK (Photo courtesy: Deny Willy) IMG_7952Suasana workshop ukir kayu di pedesaan Wooburn Green, Buckinghamshire, UK (Photo courtesy: Deny Willy)

llfKarya pengrajin ukir kayu pedesaan Wooburn Green, Buckinghamshire, UK (Lilyfee)

IMG_7961Karya ukir kayu dari pengrajin di Buckinghamshire, UK (Photo courtesy: Deny Willy)

IMG_7962Karya ukir kayu dari pengrajin di Buckinghamshire, UK (Photo courtesy: Deny Willy) IMG_7981Sesi foto bersama ahli bubut kayu di Buckinghamshire, UK (Photo courtesy: Deny Willy)

pc01Pengambilan data dengan metode Think Aloud Protocol bersama craftsman dan seniman kayu di Buckinghamshire, UK (Photo courtesy: Deny Willy)

IMG_7932Pengambilan data dengan metode Think Aloud Protocol bersama pengrajin ahli di High Wycombe, Buckinghamshire, UK (Photo courtesy: Deny Willy) IMG_7933Karya ukir kayu pengrajin di High Wycombe, Buckinghamshire, UK (Photo courtesy: Deny Willy)

Kesimpulan
Singkatnya, kami menyimpulkan bahwa pada tahap sangat awal dari generasi ide (idea generation), nampaknya, para pengrajin ahli mengalami disonansi kognitif untuk mempertahankan keyakinan konservatif mereka (beliefs). Penelitian ini mengungkap struktur kognitif sbb:

  • Pengrajin Indonesia dipengaruhi oleh mindset tentang Atribut-Obyek tentang Rationale and Mastery yang men-stimulasi pemikiran PRAGMATIS.
  • pengrajin Inggris kuat mempertimbangkan Atribut-Obyek yang menekankan Wisdom dan Passionate yang men-stimulasi pemikiran yang KAKU/RIGOROUS.

Baik pola pikir PRAGMATIS dan KAKU, keduanya sama-sama dapat menciptakan hambatan dan juga potensi dalam proses kreatif. Akhirnya, penelitian ini dapat menjadi sumberdaya pengetahuan kognisi untuk pengembangan pendidikan desain bagi masyarakat tradisional yang memegang teguh prinsip tradisi dan kepercayaan.

Con Sti

Con Sti2

Con Sti3

Con Sti4 Catatan Kaki (1).
Sepanjang hidup saya menyaksikan kemahiran ukir para empu di Indonesia, membuat saya merinding. Betapa hebatnya kemahiran lokal bangsa ini. Keyakinan ini semakin kuat setelah saya menyaksikan langsung, serta bertemu dengan para pengrajin ahli di Inggris. Kerumitan karya pengrajin lokal dari Indonesia betul-betul tiada banding, sebagaimana diucapkan oleh pengrajin ahli Inggris.
Ada cerita lain, beberapa tahun lalu belasan ahli ukir dari Malaysia belajar ukir di Indonesia untuk jangka waktu yang cukup panjang. Kebetulan, saya adalah koordinator program tersebut. Satu yang selalu saya ingat komentar salah seorang dari mereka: “Bersyukur kami pada pemerintah kami (pemerintah Malaysia), meski kemampuan tertinggal dengan Indonesia, tapi pemerintah mengurus kami dengan baik.” Terucap spontan pada saat ia melihat tempat tinggal berupa bedeng reyot yang ternyata hunian ahli ukir Jepara yang dianggap Empu.

Catatan Kaki (2)
The Windsor Chair adalah kursi yang khas dengan alas dudukan dari kayu solid, dimana kaki dan sandaran yang telah dibubut ditancapkan pada bidang alas dudukan yang telah dilubangi. Alas dudukan adalah konstruksi utama yang menjadi sumbu dari rangka kaki dan sandaran punggung, kekhasan dari kursi Windsor. Ciri lainnya adalah dudukan bagian depan dibentuk sedikit menyerupai pelana kuda.
Demikian pesatnya pertumbuhan industri kursi Windsor era 1860-1930an, membuat kota kecil High Wycombe berjuluk ibu kota dunia untuk industri kursi. Berikut adalah foto tua menyambut kedatangan Ratu Victoria ke kota kecil tersebut (Chair Arch to commemorate Queen Victoria’s Jubilee, 1877), disambut dengan gerbang bertumpuk ratusan kursi, dan kondisi foto tahun 2014.

Windsor

Kursi Windsor: http://www.windsorchairresources.com/c-harter.html

chair archBangunan gerbang dari tumpukan Kursi untuk menyambut kedatangan Ratu Victoria, sebagai simbol kesuksesan Windsor chair dari daerah High Wycombe, Buckinghamshire.

hwKondisi terkini dengan sudut pandang yang kurang lebih serupa, High Wycombe, Buckinghamshire (2014).

Acknowledgement:
– Penelitian ini didanai The Off-Campus Research Grant – JAIST
– Prof. Jake Kaner (Bucks Uni), Prof. Florin Ioras (Bucks Uni), Prof. Yukari Nagai (JAIST)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s